Tampilkan postingan dengan label Latihan Sensomotorik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Latihan Sensomotorik. Tampilkan semua postingan

4.30.2012

PROGRAM LATIHAN SENSOMOTORIK JENJANG TAMAN KANAK-KANAK LUAR BIASA

Nama   : ERIC SUWARDANI
NIM    : 08103244029
Prodi   : PLB B
MK      : SENSOMOTORIK


PROGRAM LATIHAN SENSOMOTORIK
JENJANG TAMAN KANAK-KANAK LUAR BIASA

KEADAAN ANAK
Anak pada jenjang ini berusia sekitar 3 sampai 6 tahun dengan usia mental berkisar 2 sampai 4 tahun (ATG ringan). Keadaan fisiknya terutama dalam hal koordinasi motorik belum matang, demikian pula dengan kemampuan persepsinya. Dalam hal sosialisasi maupun emosi anak ini masih mengalami keterbatasan misalnya masih belum bisa lepas dengan situasi rumah atau dari bantuan orang dewasa.
TUJUAN
            Berdasar kondisi anak tersebut diatas maka tujuan dari program latihan sensomotorik ini bertujuan:
1.      Untuk melatih koordinasi gerak baik itu motorik kasar maupun halus.
2.      Untuk melatih kemampuan persepsi.
3.      Untuk mengembangkan kemampuan bicara.
4.      Untuk mengenal perbedaan situasi rumah dan sekolah.
5.      Untuk melatih gerakan dasar yang sederhana.
MATERI LATIHAN
a.       Sensori Motor
Pengembangan otot-otot, fungsi mata, telinga, dan pengertian.
FREKUENSI LATIHAN
Untuk frekuensi masing-masing latihan minimal seminggu 3 kali. Karena semakin sering anak dilatihkan semakin baik perkembangan motorik dan sensorisnya.


BENTUK LATIHAN
a.       Menendang bola
Bahan: tiap anak mendapat satu bola dan balok-balok.
Penyajiannya:
-          Setiap anak diberi bola dan ditempatkan di depannya.
-          Anak disuruh untuk menendang bola itu. Bila anak belum dapat menendangnya maka guru membimbingnya dengan jalan menyentuh bola dahulu, kemudian bola itu dicoba untuk menendangnya.
-          Bola ditempatkan mula-mula dengan jarak 1 meter. 2 meter dan akhirnya makin jauh.
-          Anak disuruh untuk menendang bola agar mengenai balok yang ditempatkan di depannya.
b.      Berjalan pada tali
Bahan: seutas tali baik itu dari plastik, karet maupun ijuk.
Penyajiannya:
-          Anak berdiri dengan baik. Di depannya ada seutas tali.
-          Anak disuruh jalan di atas tali. Jadi anak harus menginjak tali.
-          Jika anak telah mampu melakukan itu maka tali dapat dibengkokkan letaknya.
c.       Mendorong bola
Bahan: bola karet atau plastik, tongkat dari kayu atau rotan yang panjangnya kira-kira 1 meter.
Penyajiannya:
-          Anak diberi bola dan disimpan di depannya.
-          Anak memegang tongkat dan mendorong bola itu.
-          Anak mendorong bola ke semua arah jagalah jangan sampai ada bentrokan (dibuat jalur-jalur)
-          Bila ia sudah dapat mendorongnya maka diberi jarak 1 meter, 2 meter, dan seterusnya.
-          Jika anak dapat melakukannya hal itu maka diberi tanda misalnya dipasang bendera.
d.      Melempar bola
Bahan: tiap anak mendapat satu bola, balok
Penyajiannya:
-          Anak disuruh memegang bola dan memperhatikan balok yang ada didepannya.
-          Anak disuruh melempar saja.
-          Bila ia telah dapat melempar maka bola dilempar ke arah balok yang telah disediakan.
-          Bila anak belum dapat melakukannya maka anak dapat dilatih membawa bola ke arah balok itu.

e.       Memasukkan balok-balok ke kotak
Bahan: balok-balok dengan bermacam bentuk atau warna, kotak
Penyajiannya:
-          Anak memegang balok-balok itu dan memasukkannya ke dalam kotak.
-          Balok-balok yang ada di depannya dimasukkannya ke dalam kotak sampai habis.
-          Bila anak telah dapat melakukannya maka balok-balok itu harus disusun secara teratur dalam kotak.
f.       Membuat menara dari balok-balok
Bahan: papan bundar dilubangi, dan bentuk bundar yang dipasang tiang.
Penyajiannya:
-          Anak memegang balok bentuk bulat yang telah dilubangi.
-          Anak memasukkan bentuk itu pada tiang yang telah disediakan.
-          Bila anak telah dapat melakukan itu maka latihan ditingkatkan dengan memberi warna-warni pada balok itu sehingga saat memasukkannya dapat kita minta ia memasukkan warna tertentu.

PROGRAM LATIHAN SENSOMOTORIK LATIHAN KOORDINASI


PROGRAM LATIHAN SENSOMOTORIK
LATIHAN KOORDINASI

Anggota Kelompok:
1.      Noor Addina               08103244011
2.      Kurniati sejati              08103244026
3.      Dwi Alfiani                 081032440
4.      Eric Suwardani           08103244029

CONTOH PROGRAM LATIHAN KOORDINASI ANAK:
1.      LATIHAN MELEMPAR (Usia 24-36 bulan)
Kegiatan melempar pada dasarnya mengandalkan gerak otot kecil. Melempar merupakan  kegiatan memindahkan benda dalam jarak yang jauh. Kegiatan melempar melibatkan visual localization atau arah penglihatan, cara berdiri, pemindahan massa tubuh, pencapaian, gerakan pengendoran dan pemulihan.
Keterampilan melempar bola juga membutuhkan keseimbangan saat tubuh dalam posisi tetap dan bergerak, ketepatan waktu saat melempar, koordinasi tangan-mata yang baik, kemampuan fungsi-fungsi jari yang baik juga lengan batang tubuh kaki serta kepala.
Untuk menunjang keterampilan melempar ini, Anda dapat memilih bola dari bahan yang empuk dan tidak berat, agar anak mudah mengangkatnya. Bola sebaiknya berdiameter 15 cm agar anak mudah melempar dan menangkapnya kembali. Latihan yang sering dan menyenangkan akan memperkuat koordinasi yang dibutuhkan si kecil untuk melakukan kegiatan yang lebih rumit.

2.      MEMANDU BENDA DENGAN GAMBAR
Koordinasi tangan-mata sangat diperlukan oleh anak dalam melakukan berbagai kegiatan bermainnya. Salah satu permainan yang dapat meningkatkan koordinasi tangan-mata adalah memadukan gambar dan benda. Latihan ini cocok untuk anak usia 2 tahun. Anda dapat membuat beberapa buah gambar bayangan benda, misalnya sendok, lingkaran dan kotak sabun. Mintalah pada anak untuk meletakkan benda-benda itu di atas gambar bayangan yang anda buat. Selain meningkatkan koordinasi tangan-mata, kegiatan ini juga dapat melatih daya konsentrasi anak.

3.      MENGGUNTING
4.      MEWARNAI
5.      MERONCE
6.      MENGIKAT
7.      MELAKUKAN ESTAFET
8.      MEMAKAI ATAU MENANGGALKAN SEPATU
9.      MENYIKAT GIGI

10.  MENYISIR RAMBUT
Kegiatan pelatih:
Pelatih mengajak anak untuk memegang sisir dan bagaimana menggunakannya. Anak meniru tiap langkah kegiatan itu.
Kegiatan anak:
Anak melihat contoh cara menyisir rambut, yaitu dengan menirukan cara memegang sisir, menyisir ke rambut. Kemudian ia juga melihat bagaimana penampilannya.
Alat yang disiapkan: Sisir, cermin

11.  MENUANG AIR
12.  MINUM AIR DENGAN 2 TANGAN
13.  MELEPAS SEPATU TANPA BERTALI
14.  MELEPAS KAOS KAKI
15.  MELOMPAT MENGIKUTI POLA LANTAI
16.  MEMAKAI BAJU
17.  MENYAPU
18.  MEMOTONG BUAH-BUAHAN
19.  MENULIS NAMA SENDIRI
20.  MENCUCI TANGAN
Kegiatan pelatih:
Pelatih memberi contoh cara mencuci tangan. Anak menirukan hal itu setahap demi setahap. Mula-mula anak disuruh untuk membasahi tangannya kemudian mengambil sabun dan tangan mulai digosokkannya. Setelah sabun itu merata pada semua tanggan maka ia menyepul tangan itu kemudian dikeringkan dengan lap.
Kegiatan anak:
Anak memperhatikan contoh mencuci tangan. Kemudian ia menirukan cara mencuci tangan. Ia diminta untuk menunjukkan.
Alat yang dipersiapkan: air, sabun, dan lap tangan.
21.  MENANGKAP BOLA
Kegiatan pelatih:
Memberi contoh bagaimana cara menangkap bola. Kedua tangan anak disuruh disiapkan ke depan dan segera memperhatikan bola. Anak menangkap bola tanpa harus jatuh, ini dapat dilakukan dengan jarak yang dekat sekali dan bila bola dapat lancar ditangkap, jarak diperbesar.
Kegiatan anak:
Anak memperhatikan contoh cara menangkap bola. Kedua tangannya